Kamis, 04 November 2010

Promiscuity -----> Pergaulan Bebas Remaja


Parents dread the day that their child becomes sexually active. Girls in particular, seem to cause more concern because of the risk of teen pregnancy.
Understanding why teenagers have sex is one of the most important steps towards dealing with the situation.
Why Teenagers Decide to Have Sex
No single factor can be blamed for all possible occurrences of teenage sex. However, some of the more common issues raised by teenagers include:
  • peer pressure — a feeling that everyone else is having sex
  • in girls more than boys, a belief that sex will keep their partner interested in them and will provide the love they crave
  • media influence such as television, music and the Internet
  • a negative self-image, believing that participating in sexual activity can increase their popularity
  • a belief that having sex will make them more adult
  • overly strict parents, increasing the chances of promiscuity when the opportunity arises.
Twenty percent of all adolescents have had sex at least once before their fifteenth birthday.
Sex in the Media
Sex is everywhere. Teens simply cannot avoid the topic. Researchers discovered that, in 2003, 83 percent of episodes of teenagers' twenty favorite television programs contained some reference to sexual behavior.
If you were to watch an hour of music videos, on average, you'd see ninety three sexual situations.
Even apparently innocuous family sports events are not free from sexual exploits. During the 2004 Super Bowl halftime show, over thirteen million children under seventeen watched Justin Timberlake tear off items of Janet Jackson's clothing.
Try as we might — sex cannot be avoided.
Teenage Sex and the Internet
Recently, the Internet has provided teens with an opportunity to satisfy their curiosity about sex. In the privacy of their bedrooms, adolescents can be exposed to an astonishing array of graphic pictures and video clips depicting erotic material.
Pornography is rife on the Internet, appearing as emails or pop-ups or even web sites designed to attract teenagers. While most adults simply ignore such intrusions, teenagers are particularly vulnerable to them. Pornographic material can give an impressionable teen a convoluted view of what is normal, healthy sexual behavior.
Dangers of Teenage Sex
Teen pregnancy is by far the most publicized danger of underage sex. Statistics reveal that every year in the US, over 850,000 girls between the ages of fifteen and nineteen become pregnant. Equally worrying are the figures that suggest 20,000 girls under fourteen become pregnant annually; of those 8,000 go on to give birth.
Promiscuity is an urgent issue. Teenagers are much more likely to engage in unprotected sex with multiple partners. Half of all people infected with the HIV virus annually are thought to be between the ages of 15 and 24.
About 25 percent of all sexually active teens contract a sexually transmitted disease (STD) annually. Of those, eighty percent do not know they have a disease and run the risk of long-term health effects, such as infertility. Two percent of all girls between fifteen and nineteen have been diagnosed with Chlamydia.
What the Parent of a Teenager Can Do
Despite the prevalence of teenage sex, only about one third of parents with sexually active fourteen-year-olds believe that their child had engaged in sex. However, of those children, three-quarters used contraception the first time they had sex.
Signs That Your Teen is Having Sex
Adolescents who are dating someone who is at least two years older than they are are twice as likely to engage in sexual activity. Furthermore, teens in a long-term relationship are considerably more likely to be having sex.
Teens with several social groups are less likely to be involved in intimate situations and are therefore less likely to be engaging in sex.
Tips For Parents
Experts have this advice:
  • Discuss sex with your child, from an early age, ideally pre-teen. Talking to your teen about sex encourages responsible behavior when it comes to sexual activity.
  • Believe it or not, many teens feel that their parents are the most influential source of information on sex.
  • Offer guidance, care and supervision. Teenagers are in need of parenting and feel more secure when boundaries are clear.
  • Keep in mind that your teen gains a lot of information from simply watching how adults behave.
Sexuality is an important topic for your teenager. Tackle it early, sensitively and in a matter-of-fact manner. Keep the lines of communication open as much as possible. Help your teenager understand normal sexual urges and strategies for managing them healthfully.

Hadis Keikhlasan

Berikut ini beberapa hadis mengenai keikhlasan

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”
Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.” Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat (membicarakan keburukan orang). Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’
Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.’
Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena dia seorang yang sombong’.”
Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub (merasa diri hebat). Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.’
Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: ‘Ini adalah amalan tukang hasad (iri dengan nikmat orang lain). Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.’
Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: ‘Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’
Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak (setia) dan lain-lain lagi. Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riyak (pamer kebaikan). Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riyak.’
Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.
Tetapi firman Tuhan: ‘Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah ter- jadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’
Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”
Sayidina Muaz kemudian menangis teresak-esak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”
Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”
Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”
Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.
Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.”
Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”
Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

my first notes

I'm ordinary boy who always trying to get something new and different.

And this my first blog.........



Thank you........ ^^